28 July 2018

Variety Show dan Ajang Pencarian Bakat

Apa yang membuat Indonesia begitu menarik? Terkadang hal ini muncul tiba-tiba dikepala gue, dan jawabannya pun beragam, mulai dari beragamnya sifat manusianya, bahasanya, agamanya, sukunya, adat istiadatnya, pokoknya, beragam segala rupanya deh, atau bisa dibilang various.

Perhatian! Tulisan ini tidak bergambar, jadi baca aja :v

Berbicara menariknya Indonesia, ngga lepas dari yang namanya hiburan, especially acara televisinya. Pasti selalu menarik untuk dibicarakan bukan? Dan, hari ini gue setelah tadi boker di wc selama kurang lebih 15 menit, terbersit dipikiran gue buat ngobrol sama lo pada, tentang program-program yang ada di tv Indonesia.

Apa yang akan gue talking-kan disini? Tenang, gue ngga bakal bahas yang aneh-aneh, hanya sekedar unek-unek gue aja. Karena akhir-akhir ini gue diresahkan dengan acara-acara variety show yang hanya menampilkan gimmick, bukannya faedah ataupun manfaat buat generasi penerus bangsa, I mean apa tim kreatif di tv kekurangan ide?

Baiklah kita bahas satu persatu, dimulai dengan acara variety show atau acara ragam, yang mana acara ini merupakan acara dengan bintang tamu, yang dipandu host, dan sering kali ditabur komedi di dalamnya, meskipun seharusnya seni dan hiburan yang ditampilkan, namun dalam kebanyakan kasus malah leluconnya yang lebih kentara. Mending kalau leluconnya sehat.

Ya, seperti namanya saja, variety berarti beragam konten, which is menurut gue akan menjadi program yang sangat bagus apabila diartikan dengan sebenarnya, dalam artian pengaplikasian makna varietynya, harusnya should be bermanfaat. But? You know lah. Menghina orang dengan tujuan untuk membuat orang lain ketawa? Oh come on.

Apa yang salah? Mungkin jika sekilas tidak begitu tampak, karena memang halus, tapi akhir-akhir ini malah lebih tampak, menjadi kasat mata, dapat dilihat dan dirasakan dengan indra. Coba lo perhatikan setiap adegannya, ya mungkin ada lah satu dua adegan yang bisa dibilang kurang bermanfaat?

Sebab, menurut gue apa sih fungsinya tv? Hiburan? Wawasan? Informasi? Itu setahu gue, bukan cacian, makian, ejek-ejekan, goyangan, senggolan? Boleh lah roasting, seperti di acara stand up commedy, karena itu kompetisi, dan memang dilakukan dengan kreativitas, bukan nafsu, dan balas dendam. Maksud gue, yang nonton kan ngga cuma orang gede, anak-anak?

Kalau mau buat perbandingan, acara variety show yang ada di Indonesia dengan yang ada di luar, menurut gue masih lebih baik yang di luar, iyalah jelas, maksud gue, apa kita ngga bisa sedikit mencontoh "ide"nya mereka aja mungkin? Sekarang, mendinglah ada salah satu stasiun televisi yang udah mulai bisa mengikuti, baik dalam acara talk shownya, tallentnya, dan aspek-aspek lainnya, yang you know lah, yang labelnya tv masa kini.

Dan, kalo lo liat acara-acara tallent yang mengadopsi dari luar, seperti idol, x-factor, the voice, malah jadi menginspirasi bukan mengintimidasi. Jadi apa salahnya? Sedikit kreatif dari hasil modifikasi, dari pada bengal dari hasil kepentingan dan anggaran.

Berbicara mengenai ajang pencarian bakat, kemaren-kemaren tv lokal kita sempet heboh sama ajang pencarian bakat khusus dangdut, dan itu menurut gue sah-sah aja sampe fatin ngupload video opininya, dan bebas dong beropini, dan juri yang melakukan itu (cari di youtube) harusnya emang sadar, kalo salah ya salah aja, dari sisi manapun gue liatnya itu salah aja sih. Hahaha, pake alasan senior sama junior. Come on! di TV ngga ada acara ospek kan? :v

Ngga cuman fatin, banyak kalangan selebriti lain juga yang menyayangkan, audisi nyanyi malah harus jadi audisi fashion, ya pokoknya ini jangankan dikalangan artis, dikalangan rakyat biasa kaya gue aja udah keterlaluan sih. Jelas ada yang salah sekali lagi.

Pertanyaannya sekarang, jika tujuannya baik, maka seharusnya disampaikan dengan cara yang baik juga kan?

Memang seharusnya kita juga mendukung akan program-program dari buah pikir anak bangsa kita sendiri, tapi kita juga perlu bertindak buat ngoreksi dan ngebenerin apa yang salah, jangan hanya diam saja, malah kewajiban pemerintah untuk menghentikan tayangan-tayangan yang ngga ada faedahnya sama sekali.

Malahan bingung sendiri jadinya, solusi yang tepat itu seperti apa, upaya dari netijen cerdas kan udah banyak, seperti mengkritisi dan mengomentari, tinggal tanggapan dan tindakan pihak tv nya aja sih, mereka mau berubah atau diem ditempat?

Jadi intinya gue hanya menumpahkan unek-unek, mungkin gue belom sempet ngasih solusi juga, karena memang, solusinya ada di mereka yang ngerti sama industri pertelevisian itu sendiri, ngga usah gue kasih tau juga, seharusnya orang yang lebih ngerti soal itu, dan udah lama berkecimpung di dunianya, masa ngga tau titik permasalahannya. wkwk land lah. hehe

Menurut lo coeg?

26 July 2018

Bimbang rasanya

Hati memang selalu sepi
Tatkata tidak ada yang mengisi

Memilih antara yang kesatu dan yang kedua
Dibutuhkan mata yang jeli dan nurani

Bimbang rasanya
Lanjut atau berhenti?

Yogyakarta 6:59pm
Coeg, apa yang lo lakuin ketika bimbang?

23 July 2018

Do what you love

do what you love

Selalu melakukan apa yang kamu suka itu luar biasa
Karena diam saja tidak akan membuatmu berpindah,
menjadi baik ataupun buruk
diam artinya mati

Dan,
jika hal itu terjadi
Artinya kita belum mensyukuri karunia Tuhan
Alangkah sia-sia hidup jika demikian

come with me,
do what you love
love what you do.
then you'll happy everyday.

Yogyakarta 8:35pm

21 July 2018

Sukabumi Squads Jalan-jalan

Dear diary, late post nih gue taro disini. Ngomong-ngomong soal pengalaman, kalo diabadikan kan jadi tahan lama, baik itu kenangannya, ataupun materialnya. Jadi hari ini gue bakalan bagiin momment dimana pertama kali gue berkunjung, bukan ngelewat, karena ngelewat doang ngga jadi berkunjung sebutannya iye ngga? Iya, gue berkunjung ke salah satu kota di Jawa Barat, kota hujan biasa disebutnya, ini dia Bogor.

Image 1 
Selain kota hujan, kota ini juga terkenal dengan sebutan "gudangnya asinan", karena asinan bogor ini khas banget. Sayangnya gue ngga sempet beli asinannya, karena emang doyan ngga doyan. Hahaha.

Ok, kita akan mulai dengan pemberangkatan. Gue sama temen-temen gue, 2 orang, dari sukabumi udah siap buat jalan-jalan. Pertama kita kumpul di stasiun Sukabumi, ya, karena itu merupakan rute tercepat untuk ke Bogor. Meskipun ada salah satu kendaraan lain yang juga lebih ekstrim sih, ntar gue ceritain di akhir.

Image
Actually, ini pertama kalinya juga buat gue naik kereta jurusan Sukabumi - Bogor, at least ngga telat-telat bangetlah diumur gue yang segini mah. Selama perjalanan, seperti biasa, kalo ngga ngobrol ngalor-ngidul  — karena kita berbeda tempat kuliah, jadi yaa.. yang diobrolin adalah obrolan seputar kuliahan —  ya tidur, atau sedikit-sedikit melihat pemandangan indah.

Jug gi jag gi jug gi jag gi jug kereta berangkat.

***

Sampailah ceritanya kita di tujuan pertama, stasiun maseng, kebetulan rumah volunteer kita ini deket sama stasiunnya. Jadi kita turun disini, sebenernya kita hampir lupa turun, untung ada ibu-ibu yang ngingetin. Tysm buat emak-emak yang itu.

Foto Cekrek 
Oke, gue bakal kenalin dulu anggota sukabumi squads dan tuan rumah kita di bogor satu-persatu. Pertama yang di image 2 yang di kereta, mereka adalah gue (udah tau yang mana kan?), Fajar, dan Salma, kita berempat ini dari satu pondok yang sama, yakni Darussalam Ciamis. Dan, temen gue tuan rumah yang di bogor ini namanya adalah Putri. Ok.

Awalnya, kita mau jalan-jalannya di Sukabumi ae, tapi karena ada yang ngusulin ke bogor, terus ada yang bersedia jadi volunteer buat di acak-acak rumahnya, then jadilah kita putusin buat ke Bogor, selain itu karena alesan tadi, kita juga bertiga baru pertama kali jalan-jalan di kota ini. *ngibas rambut. Jadi ya pilihan yang good choice lah ya.

Singkat cerita, kita disambut sama si tuan rumah ini dengan senyuman bahagia karena dia dikunjungin sama kita bertiga, UWOW, seperti biasa cewe sama cewe mah cipika cipiki, kita cowo mah so cool gitu. Abis gitu, kita diajak langsung ke rumahnya, pake mobil yang supirnya bokap ni orang Bogor, beuh kek tamu spesial aja, da best lah. Cuss sampe dirumah.

Istirahat bentar, makan, dan pada saat itu kebetulan masih dalam suasana lebaran tuh, terus masih ada makanan ala-ala lebaran gitu, rezeki nomplok deh buat kita, tysm buat maminya Putri. :v Selesailah kita makan, kita rebahan, istirahat lagi, ke wc, kencing, dan begitu sampai tiba saatnya, di sore hari, first trip dimulai.

Jadi ceritanya, kita langsung berangkat, entah kenapa awalnya kita ngga pernah tau bahwa ternyata si Putri ini punya temen namanya Epul, dia ngurus sebuah villa, yang di dalemnya ada seekor kuda yang namanya Monela, exited banget kan jadinya gue, wich is ini pertama kalinya banget buat kita berempat naik kuda, diumur segini, wkwk. Brem-brem otw.

Anggap ajalah gambarnya bagus 

Dan, asal lo tau aja si monela ini ternyata sedang mengandung seekor anak kuda, buah hati pertamanya, di umur yang kelima ini dia melepas masa lajangnya, maksudnya masa perawannya. Jadi kudu ati-ati naiknya, dan kemaren gue dapet kabar si monela ini udah ngelahirin, selamat ya, kapan-kapan undang kita ke aqeqahannnya.

Selain naik kuda, kita juga biasalah foto-foto cekrek instagram-instagramable-lan. Apalagi coba, haha. Karena emang viewnya juga lumayan bagus, jadi okelah. Then inilah kita Sukabumi Squads with Bogor member.

#Sukabumibogor Squads 
sukabumi squads
Day one, selesai. Beralih ke day two, 3 hari soalnya, tapi akan gue bikin singkat aja.

**

Saat pagi mulai tampak, semua kabut indah menyelimuti, udara dingin yang menyapa kulit kami, terbangunlah kita dari tidur malam yang indah, ea. Jadi urutannya bangun pagi, cuci muka, wudlu, sholat, gosok gigi, terus mandi. Syalala-syalala-syalala.

Dan, langsung saja kita berangkat ke kebun raya bogor, karena ceritanya kita pengen jalan-jalan. Walk in the earth. Itung-itung refreshing. Basically dengan kita menikmati aroma segarnya alam, pikiran kita bakalan jadi fresh, that's what I believe.

Menariknya adalah bahwa, jalan-jalannya ini emang bener-bener jalan kaki. wkwk. Bayangin aja, dari kebun raya bogor (taman, air mancur, sampe museum juga dibabad) kita jalan ke mall bogor, jalan lagi ngelilingin istana bogor sambil liat-liat peliharaan presiden :v, jalan terus sampe ke lapangan apa namanya itu lupa, terus jalan lagi ke mesjid, dan berakhir setelah jam 8 malem.

Image
jalan
jalan
tinggi
Gue ternyata masih pendek kurang tinggi
Dan, pas waktu bobo tiba, ternyata... ENAK... bangeeet, jadi nyenyak gitu, langsung deh dipikiran gue harus sering-sering nih jalan kek gini. hahaha.

*

Day three.

Setelah persiapan beres, kamera, badan, segala rupa, kita langsung cuss lagi ke taman cemara kalo ngga salah namanya at gunung halimun bogor (?). Iya itu, mungkin.

Kita jalan via foot nih ceritanya, jadi ini seperti hiking rally kecil, dan sampelah disana, udah gitu aja, nyari spot makan-makan dikit, photo, cekrek, done.

Ada cerita menarik pas pulangnya, jadi ceritanya kita kalo pas mau masuk kesana bisa pake kendaraan, tapi diparkirin dulu, baru kita jalan ke hutan/taman cemaranya, dan pas awal-awal, kita nyampe, parkir, ngga bayar soalnya cuma drop out aja, tapi pas pulangnya, si mang-mang parkirnya malah minta bayar, dan bahkan bayarannya menurut gue ngga biasa a.k.a ngga waras. Padahal cuman disimpen 5 menit.

Bayangin aja.

Si tukang parkir: "bayar oi!"
Bokap si Putri: "acan ge dihurungkeun mesin na, kalem atuh kang."
artinya: belum juga dinyalain nih mobilnya juga kang.
Si tukang parkir: "lamun sakeudeung 10 rebu, lamun lila 30 rebu."
- kalo bentar 10k kalo lama 30k

*buset gue bilang dalem hati.

Untuk wisata alam yang menurut gue ngga terlalu rame, dan terkesan same with wisata alam yang lainnya lah, masih standar gitu, tapi ini mah, I mean masa lebih mahal bayar parkir dibanding tiket masuknya, kan ngga waras. wkwk.

Ceritanya bokapnya putri terpaksa bayar dengan bayaran yang cukup gila, padahal kalo mau di compare dengan wisata alam yang lain, biaya parkirnya masih lebih murah. Idk what happen with this situation. Dengan dalih "kalian ngga bisa naro kendaraan kalo ngga ada kita, kita yang bikin jalan ini" hello, emang disitu ngga ada campur tangan pemerintah? Illegal dong vangsat, emosi gue.

Singkat cerita lagi, kita balik ke rumah putri, dan akhirnya perjalanan pun selesai. Time to comeback home.

Sukabumi Squads with Putri 
Nah, yang paling menarik ini adalah perjalanan ketika pulangnya, hehehe, di awal gue udah bilang kan, selain kereta ada alternatif lain kendaraan yang lebih ekstrim cepetnya, dan sebelum itu juga kita bingung mau pulang naik apa, soalnya tiket kereta udah keabisan, dan alternatif yang pasti diantaranya adalah bis atau angkutan umum (biasa), dan yang kami pilih bukan keduanya, melainkan angkot ekstrim tadi yang kecepatannya di atas rata-rata, bahkan segala maen salip, wkwk, siapa lagi kalo bukan angkot monster.

Keren banget, perjalanan kita jadi lebih cepet dan efisien. :v setidaknya untuk menghemat waktu dan tenaga juga, dan berikut penampakannya. Mungkin kamu juga udah familiar haha.

Angkot Monster 

via radar sukabumi
Pesan moral:
Jadilah tamu yang baik :v, kalo jalan-jalan lebih baik direncanakan biar rame kaya gini, dadakan aja rame, apalagi di planning.
Jangan lupa bawa kantong muntah.
Dan selalu mentadabburi akan ayat-ayat Allah Swt.

- END -

18 July 2018

Ada Sunrise

Apa kareba kumaha damang semuanya? Semoga dalam keadaan sehat wal afiat ya.

Ok, biasanya kalian kalo dateng ke pantai bakalan ngapain? Kalo gue pribadi sih lebih suka sama sunrise atau nggak sunsetnya, soalnya itu epik banget buat dijadiin display profile iye ga? hahaha. Belom lagi cara ngedapetinnya yang ekstra penuh perjuangan aja sih.

Oke, ceritanya waktu itu gue masih kelas 11, dan masih unyu lah boleh dibilang.

Jalan-jalan nih gue ceritanya, pergi otw ke pantai pangandaran, bareng temen-temen sepondok gue waktu itu, juga bertepatan dengan libur lebaran gede, tanggal tepatnya gue lupa, tapi jadi nambah asik aja bisa bakar-bakar di pantainnya.

Karena gue nggak niat nyeritainnya panjang lebar, udah terlalu lama juga jarak ngepost sama peristiwanya, gue cukupkan sampe sini aja. hahaha. Hanya sebagai pengingat aja bahwa gue pernah nemu sunrise, meskipun bukan first time, ini ke sekian kalinya. Tapi ada momment berharganya disini.

Intinya gue waktu itu trip ke pangandaran, pas hariha lebaran idul adha, melaksanakan hari raya di daerahnya temen gue, haikal namanya, abis gitu jalan-jalan, nemu sunrise, jalan-jalan lagi, keliling-keliling, nemu citumang, ngojay, selesai.

Ngga penting banget sih, cuman gue pengen nulis diary aja, sebagai pengalaman berharga gue bareng temen-temen gue waktu itu.

***

Bisakah photoshop bikin tangan gue ini jadi ngebulet a.k.a melingkari mataharinya? :D wkwk Sunrise dipagi hari itu emang menyejukan, anget-anget gimana gitu.

Aniwey ini foto lama banget, kelas 11 kalo nggak salah, even gue udah kuliah semester 3 sekarang, berarti 2 tahun yang lalu kalo nggak salah. Udah lama banget pake asli. xD (?)

Sunrise yang indah:
Sunrise
Udah begitu aja short story hari ini.
Pesan moral: pertama, kalo berburu sunrise harus bangun pagi.
kedua, inget chelsea selalu dihati.

Bonus.

So candid:
sunrise 2

16 July 2018

Nunggu masuk kuliah

Selamat datang kembali di Rizki › Diary and social.

Hari libur adalah hari dimana kita berhenti dari aktivitas yang melelahkan, apalagi kuliah, meskipun durasi waktu belajarnya sebentar, tapi tugasnya yang seabad, bikin kita frustasi, apalagi kalo ngga ada doi. Jombs!

Yang diharapkan mahasiswa ketika kuliah adalah liburan, dan ketika liburan adalah masuk kuliah, iya kaya gitu pemirsa, siklus para pelajar itu kaya gitu hih, terlalu lama belajar jenuh, terlalu lama liburan juga membosankan, maunya apa? Hahaha

Jadi, akhrinya gue nulis disini deh, untuk menghilangkan kejenuhan itu, tapi mau ngga mau, bakal jenuh lagi setelah di post ternyata sepi pengunjung, kan *sensor*. Oleh karena itu, kamu yang bersedia menambahkan komentar gue ucapin makasih. Karena dengan komentar dari elo blog ini hidup, meskipun jarang dimasukin penghuninya, tapi kalo ada komentar kan jadi ngga ada sarang laba-labanya, aman.

Nunggu kuliah, okeh. Jadi daily gue kali ini adalah nunggu kuliah, nunggu masuk kuliah lebih tepatnya, dan lagi-lagi sebentar lagi kita, gue maksudnya, akan memasuki tahun ajaran baru. Apalagi ditambah sekarang ada ade kelas, owow banget gitu kan, bisa nyari cemceman wkwk.

Hufft tututtt jangan sampe adek kelas mengalihkan perhatianmu wahai pemuda, tapi kalo ada yang lumayan mah deketin aja. Siapa tau jodoh begitu kan.

Aniway nih gue abis kena serangan asam lambung, jadi mau ngga mau kudu ngedekem dirumah, ngga main sama sekali, jadi double deh kejenuhannya ini tiada tara begitu. Maaf curhat. :p Maksudnya pengen di doain gituloh. Aamiin, makasih ya. :)

Nah, sebelum masa sakit ini datang gue palingan nonton anime yang udah gue stock dari Yogya, iya setelah sekian lama, abis juga, nonton tv bosen, adanya spongebob doang, kan ngga asik, maksudnya banyak sih yang lain, tapi spongebob kan seru gitu, apa sih wkwk.

Tidak lupa mandi, ini yang paling penting, gosok gigi, abis gitu kutolong ibu, membereskan tempat tidurku, blablabla bau ompol. Kadang suhu di Sukabumi juga tidak mendukung untuk ibak ih meni tariris, challenge tersendiri bagi gue mah. Berani?

Dan, yang paling penting mah selalu always baca buku, buku apa ajalah, termasuk my lovely book holy Qur'an. Buat kegabutan ini tidak terlalu membebani pikiran kita, makanya liburan itu jangan dibikin gabut mulu, harus di obok-obok dengan rencana. Iyalah begitu. Sekian.