28 August 2018

Cinta dalam waktu

Prolog

Hari itu matahari terlihat tersenyum pada kulitku, udaranya mulai terasa hangat, wangi bunga mulai luntur, dan kulitku? Jika terkena manisnya sinar matahari dia akan berubah merah. Haah pokonya hari ini melelahkan.

Oh iya namaku Akira, sering dipanggil rara, dan itu adalah panggilan terimutku sejak kecil, dan aku bersyukur memiliki nama yang imut seperti ini, dan rara adalah panggilan pertama yang kudengar dari salah satu teman sebangkuku saat aku di taman kanak-kanak, orang bilang cinta pertama? Oh ayolah.

Aku adalah seorang petualang, iya petualang dalam diam, karena hari-hariku adalah berdiam diri, di dalam ruangan kedap suara rumahku, iya, kamarku tercinta. Inginku tertawa, namun apa yang harus aku tertawakan? Ah sudahlah.. Besok, adalah hari pertamaku masuk SMA, entah perasaan seperti apa yang seharusnya aku rasakan saat ini, dibilang senang tidak, sedih juga tidak.

Selamat malam.

**

bersambung

12 August 2018

Apa itu sukses?

Ketika berbicara mengenai sukses banyak orang yang mengartikannya secara berbeda, mengapa demikian? Mungkin lo juga akan berpendapat berbeda dengan kebanyakan orang yang menilai bahwa sukses merupakan sebuah kebahagiaan semata, disisi lain ada juga yang berpendapat bahwa sukses adalah ketika seseorang bisa memiliki harta yang banyak, istri yang cantik, mobil mewah, dan rumah megah, apakah benar itu merupakan ukuran dari sebuah kesuksesan?

apa itu sukses

Albert Einstein pernah bilang, "Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang yang bernilai." Gimana menurut lo coeg? Om Albert bilang sukses bukan sebuah pencapaian kita soal harta atau sesuatu yang harus kita capai, tapi tentang nilai, jadi menurutnya sukses itu adalah sesuatu yang berfaedah, positif, dan elegan, percuma harta banyak, tapi hasil dari nyuri.

Banyak orang bilang sukses itu butuh usaha, betul dan memang diharuskan usaha, tidak ada kesuksesan yang instan, untuk tersenyum saja butuh usaha yang lebih, kenapa? Karena tidak ada yang bisa membuat kita tersenyum kecuali kebahagiaan, salah satu cara menemukan kebahagiaan adalah dengan mensyukuri nikmat Tuhan.

Sejalan dengan apa yang dikatakan om Abraham Lincoln, "Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat."

Sukses itu butuh gagal, butuh semangat, dan butuh dorongan, makanya ada yang namanya motivasi. Ketika sukses di dunia maka harapan nyata kita adalah sukses juga di akhirat, karena our prophet Muhammad Saw. juga pernah bilang, "Suksesnya seseorang, adalah ketika ia terbebas dari api neraka." dan balasan bagi orang yang sukses melewati dunia dengan bijak, maka surga baginya, ini motivasi terbesar kita.

Jadi gue ngga bisa bilang bahwa sukses itu sesimple as that. Karena sukses memiliki ukuran yang berbeda-beda, pada setiap orangnya, tidak juga menjadi complicated a.k.a rumit, artinya kalo sukses secara umum yaa sukses gitu loh, berhasil. Tapi yang terpenting, apakah kita, sudah menemukan kesuksesan itu sendiri? Jawab di comment coeg, sekaligus sukses menurut lo itu apa?

9 August 2018

BELAJAR

Cerita gue kali ini adalah tentang gimana gue bisa belajar dari yang namanya kesalahan, meskipun berasa sakit dan pahit, tapi ternyata itu semua ada hikmahnya.

bljrbljr

Awalnya gue pikir, kenapa nggak, gitu kan, untuk mencoba dan mencoba, namun pada akhirnya tetep aja gagal, gitu, tapi dari sana, gue juga belajar satu hal, eh bentar ini masuknya ke kesimpulan hahaha.

Sebenernya ada 3 cerita yang mau gue bagikan kali ini, so stay tune, dan anggap aja kalian lagi ngobrol bareng gue, iya nggak? Apa sih yang bikin kalian dateng kesini kalo nggak buat baca-baca? Mungkin jenuh, atau butuh hiburan? Semoga tulisan gue ini sedikit menghibur kalian, kalo nggak, yaa berarti gue nggak terlalu baik untuk jadi cowok penghibur xD.

Oke, kita akan masuk ke cerita pertama. Jadi ceritanya gue kemaren sempat ketemu sama seseorang yang nawarin gue kerjaan, tapi ujung-ujungnya cuman dapet yang namanya pi eic pi 'php'. Ya!

Awalnya gini temen-temen, gue tuh pengen aja gitu mengisi waktu luang yang kosong dengan mencari pengalaman baru, salah satunya adalah dengan bekerja part-time, secara gue mahasiswa gitu kan, jadi ya nggak mungkin bisa ngambil pekerjaan yang full-time, at least gue nyari dong, internetlah ceritanya sarana pencarian gue itu.

Tiba-tiba dapetlah gue lowongan itu, gue tanya-tanya, bla-bla-bla, dan berakhirlah dengan interview. Ceritanya jadi reporter radio gitu, gue wawancara, selesai, dan udah, abis gitu gue balik lagi ke kost-an, abis gitu gue tungguin kan? Iyalah masa nggak kan.

Nah sebelumnya kenapa gue pilih jadi reporter? Sebab, emang dari dulu gue suka banget tuh berkecimpung di dunia jurnalistik, secara, mantan ketua journalist student club di SMA gitu lah, dan ketika lepas jabatan, berasa hobby gue juga jadi ikutan lepas, "eh kenapa ya?" pikir gue dalem hati, bukan karena jabatannya juga sih sebenernya, mungkin karena emang ketika masuk kuliah gue jadi nggak nemuin wadah yang kaya gitu, yang sama, wadah sih ada, yang samanya itu loh, karena beda aja gitu. Yaa ngga taulah, siklus semacam ini juga ternyata ada.

Akhirnya, terbersit dipikiran yang menggunggah dalam jiwa, perasaan aneh yang timbul kepermukaan, gue tiba-tiba pengen jadi reporter lagi, dan begitulah awal mula gue nyari-nyari job yang ada hubungannya sama jurnalistik, di radio lagi, siapa tau jadi penyiar kan? Masalah fee mah urusan entar, yang penting happy 76. xD

Hari berganti hari, siang ke malam, sampe seminggu nggak ada juga tuh yang ngasih kabar ke gue, bahwa gue diterima atau nggak, yang bikin gue bingung tuh kenapa ini tempat ngeselin banget gitu kan, setidaknya kasih gue opsi haha, maksud gue kalo gue gagal ya kasih tau juga gitu lah. Biar gue jadi lapang dada, weis dada gue lapang.

Singkat cerita, ketika gue jalan tiba-tiba kepikir, ternyata nomor handphone gue ganti, dan nomor handphone yang dikasi sama gue ke tempat itu adalah nomor gue yang lama, berarti? Oh.. dari sini masalahnya, bukan dianya yang php tapi guenya aja yang bego. wkwkwk. Itu pertama.

Cerita kedua ini adalah tentang dimana gue, btw ini cerita terupdate ya, jadi jangan khawatir basi xD. Kecuali kalo kalian yang bacanya telat hehe.

Jadi ceritanya waktu itu ada dosen yang rese banget, perfectionist lah orangnya, salah dikit aja dikomentarin. Kan kaya (dilarang mengumpat). Ok.

Singkat cerita, loh kok langsung singkat cerita?
"Kepanjangan kan nggak seru juga, ngerusak mata. xD" - kata penulis dalam hati.
Si dosen ini tiba-tiba minta kita yang ada di kelas nanya ke kelompok yang udah presentasi, gue nanya dong kan, karena emang ada yang gue nggak paham, ini nih contoh mahasiswa yang baik, menanyakan karena penasaran, bukan ngetes.

"Iya kamu." Kata moderatornya.
"Sebutin nomor kelompok kamu!" Dosen rese bilang.
"12 pak."
"Nomor 12, ilham?"
"Oh? 13 pak."
"Rizki Cahya Permana?"
"Iya pak."
"Saya kurangin point kamu satu ya, nama kelompok aja nggak tau." Sambil kek ngeledek gitu.

Whaaaat?
Udah lah ceritanya, dan akhirnya beres tuh kuliah, terus kita ngecek nilai, eh dapet gede, ternyata, sibapak ini becanda. xD

Sampailah pada cerita terakhir. Cerita tentang gue yang terlalu percaya diri, jadi gini, pada waktu presentasi salah satu mata kuliah, inisial mata kuliah ini adalah literasi informasi. Hehe.

Jadi ceritanya waku itu ada presentasi perorangan yang diharuskan mahasiswanya untuk mempresentasikan hasil dari apa yang dia temukan selama masa pencarian, akhirnya kita presentasi dong, dan gue? Tentu selalu siap.

Karena perasaan percaya diri gue yang terlalu tinggi pada saat itu, gue melupakan hal yang sederhana, nggak usah detail banget kali ya? Singkat cerita gue ini dikomentarin sama dosennya, karena emang ada yang salah dalam penggunaan aplikasi yang gue gunain buat presentasi itu, tanggung deh, jadi ceritanya kita disuruh nyari journal dengan nunjukin caranya, dan gue pake pencarian advance yang cuma make satu kata kunci, dan jelas itu salah banget, karena dipencarian advance kita bisa memasukan lebih dari satu kata kunci, akhirnya gitulah, gue termakan percaya diri. xD

Ok, pesan moral dari ketiga cerita di atas adalah, satu, dari cerita yang pertama itu kita belajar, bahwa kesempatan itu bisa datang kapan aja, dan kesalahan kita adalah membiarkan kesempatan itu berlalu di depan mata kita, kesempatan adalah waktu, kesalahan kita tentang waktu adalah selalu menggapnya benda mati, sebuah jarum jam yang terus berputar, padahal waktu itu terus bergerak, kesalahan kita yang lain soal waktu adalah kita selalu menyepelekan akan kekejaman waktu itu sendiri, dan kenapa kita? Karena mungkin nggak gue aja, mungkin kalian juga pernah ngalamin? Ya, mungkin karena kita selalu dibutakan sama yang namanya kelapangan, sehingga membuat kita lupa kapan sebenarnya ada sempit, sempit waktu, sempit kesempatan, dan sempit ruang.

Kedua, ini sederhana, selalu berprasangka baik, dan jangan angkuh, hargain yang lebih tua, kemudian, jadilah anak muda yang teliti, jangan ceroboh dan menulislah, kita lupa karena kita nggak inget, kita nggak inget karena lupa, lupa itu obatnya menulis, ya itulah. Makanya mahasiswa juga dituntut rajin menulis kaya siswa biasa. Kesalahan kita karena lupa itu masih bisa ditolerir karena kita manusia, tempatnya lupa dan dosa, tapi jika manusia melakukan kesalahan (lupa) itu sering banget, bukan lupa namanya, tapi emang bodoh, bego, karena masuk ke lubang yang sama berkali-kali, harusnya kalo kita lupa direkam, dinget-inget, diwaspadai, kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi, bahwa di depan kita ada lubang yang bisa menjerumuskan kita ke dalamnya, ya se-simple as that.

Ketiga, kesalahan kita yang lain juga, adalah nggak belajar dari alam, bahwa kita ini sebenarnya kecil, dan coba perhatiin ada matahari yang segede itu, terus bumi, mars, neptunus, jupiter, dan kawan-kawannya, yang menciptakan itu semua sudah sangat pasti Maha Besar, sementara kita manusia kecil, kaya semut, percaya diri boleh, tapi jangan terlalu, nanti ujung-ujungnya sombong, dan apa coba yang mau disombongkan dari manusia? Nggak ada, dibanding dengan itu semua. Jadi rendah hatilah, percaya diri artinya ngga malu, malu berbuat kebaikan misalnya?

Setelah itu,

Belajar? Sebenernya kenapa sih kita harus belajar? Karena kalo kita nggak belajar, kita nggak bakal tau tuh gimana caranya ke wc, caranya cebok, caranya berak, caranya make-up-an, caranya mandi, caranya melakukan hal kecil-kecil kek gitu tuh, butuh ilmu gitu loh, apapun itu, dan gimana caranya ibadah juga, dan-nya lagi, kita ngga bakalan tau tuh gimana caranya belajar yang baik itu gimana, kalo, kita ngga belajar.

Apa yang akan kita lakukan hari esok dan apa yang akan kita lakukan sekarang, gimana cara ngelewatinya? Makanya kita butuh yang namanya belajar.

Belajar itu simple, tinggal duduk mendengarkan, memperhatikan, memahami, menghayati, kemudian lakukan. Jadi kita bakalan tau tuh kewajiban kita sebagai manusia apa, goal kita apa, apa yang harus kita lakukan, dan apa yang harus kita hindari atau tidak dilakukan.

Dan, belajar butuh proses, dimana kesalahan itulah prosesnya, ngga apa-apa salah, karena kita lagi belajar. Urusan hasil kita serahin ke Allah. See?

7 August 2018

Kahayang aing

Kahayang aing hirup rukun
hirup damai jeung repeh-rapih

Kahayang aing boga babaturan
anu aya dina bagja jeung kasusah

Kahayang aing hirup teh
bisa mangpaat

Kahayang aing blog ieu rame
hahaha

Kahayang aing boga awewe
anu sholeh

Jeung, kahayang aing
eweuh nu ngarana males

kahayang aing,
LOBA hahaha

Yogya 9:35am