...

18 August 2018

Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial — manusia adalah makhluk yang kompleks. Kita tentu sering mendengar istilah homo homini socius yang berarti manusia adalah makhluk sosial.

manusia sebagai makhluk sosial

Manusia memang ditakdirkan untuk menjadi makhluk pribadi dan makhluk sosial sekaligus. Menjadi makhluk pribadi saja tentu perannya tidak akan maksimal dalam bermasyarakat.

Dan, manusia hanya melakukan perannya sebagai makhluk individu saja akan di klaim egois dan anti masyarakat.

Ada banyak alasan kenapa kita sebaiknya memerankan peran sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial sekaligus. Beberapa diantarnya:

1. Manusia Tidak Bisa Memenuhi Kebutuhannya Seorang Diri


Sekaya apapun seseorang, se-jenius apapun orang yang bersangkutan, mereka tidak bisa memenuhi kebutuhannya seorang diri. Ini adalah fakta yang tidak bisa dielakkan.

Mulai dari hal yang paling kecil adalah kebutuhan sehari-hari dan juga dalam lingkup kebersihan rumah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan yang kita dapatkan dari kios, maupun toko dengan level yang sedang, menengah, atau besar.

Kita tidak bisa memenuhinya seorang diri.

Apalagi jika kita memiliki rumah yang besar dan mewah, akan sangat capek jika kita harus membersihkan rumah itu seorang diri tanpa adanya bantuan dari asisten rumah tangga.

Oleh sebab itu, kita memerlukan apa yang disebut dengan sosialisasi.

2. Manusia Perlu Melestarikan Keturunan


Ya, manusia perlu melestarikan keturunan dengan hidup berpasang-pasangan di bawah ikatan yang sah. Laki-laki atau perempuan yang hanya berdiam diri saja di rumah tidak bisa bereproduksi dan melestarikan keturunan.

Bersamaan dengan proses sosialisasi yang dilakukan, entah itu saat sedang berada di tempat kerja, atau pada momen yang lain, kita akan bertemu jodoh, menikah, dan melangsungkan pernikahan.

3. Manusia Memiliki Kebiasaan untuk Bermasyarakat


Secara naluriah, meski tanpa dibuat aturan yang jelas, manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan masyarakat yang lain.

Saat kita dalam posisi sedang tidak saling sapa dengan orang lain, atau kita lebih banyak di rumah dan mengurung diri, lama kelamaan kita akan merasa terkungkung dan tersiksa.

Lain halnya saat kita memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain, saling membantu, saling bertegur sapa dan tertawa riang bersama, hidup terasa lebih puas dan lebih bermakna. Sebaliknya, hidup dalam kesendirian lebih rawan stres karena minimnya sosialisasi yang dilakukan.

4. Manusia Perlu Menyalurkan Peranannya Dalam Masyarakat


Pintar iya, kaya juga iya. Terasa ada yang kurang jika kepintaran dan kekayaan itu dinikmati seorang diri.

Ada dorongan untuk memaksimalkan peran dan beraktualisasi diri seperti dalam bentuk memberikan donasi dan menyalurkan keahliannya di bidang tertentu.

Saat orang lain merasa terbantu dan bahagia dengan aktivitas yang kita lakukan, kita akan merasa lebih puas dan bahagia.

5. Manusia pada Dasarnya Lemah dan Serba Terbatas


Ini adalah fakta yang tidak bisa kita pungkiri dan menjadi alasan kenapa kita saling membutuhkan satu dengan yang lain.

Baik secara fisik, mental, dan psikis manusia memiliki batasan. Kita tidak bisa mengangkat 1 kuintal padi sendirian, kita tidak bisa menanggung semua beban hidup tanpa meneteskan air mata sama sekali, dan kita tidak bisa senantiasa berbahagia atas perlakuan tidak baik yang kita dapatkan.

Manusia sebagai makhluk sosial tidak lain adalah untuk menutupi kekurangan tersebut agar hidup berjalan sebagaimana mestinya.

4 comments:

  1. Mantabbb!! ninggalin jejak dulu...

    moga sukses blog nya. Terus berkarya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh mas pram :v syiap makasih mas. Aamiin.

      Delete
  2. Manusia bukannya Homo Erectus om? ckckck #piece

    ReplyDelete