7 September 2018

Cinta dalam waktu #2

"Rara, ayo makan!" Teriak mamaku seperti biasa dipagi hari.

"Iya mah."

Pagi ini udaranya sejuk sekali, seakan-akan menyemangatiku untuk pergi ke sekolah, iya hari pertamaku di SMA, dan jika kamu berpikir ini adalah masa orientasiku, kamu benar, inilah saatnya aku beranjak remaja, memasuki dunia abu-abu yang bisa kita warnai sendiri?

"Ra, ngga ada yang ketinggalan kan?" Mamaku bertanya dari dapur.
"Ngga ada kok mah, udah rara siapin tadi malem." Jawabku, sambil meletakan tas di samping kursi meja makan.
"Yaudah nih, makan yang banyak."
"Inget apa kata mamah, jangan sampe kecapean, kalo cape bilang ke senior kamu, .."
"Iya mah, iya."

Sarapan pagi ini entah kenapa berbeda dengan sarapan biasanya, meskipun hanya sepotong roti sandwich, tapi rasanya penuh dengan cinta.

"Wah mah enak banget ini sandwichnya."
"Iya dong, mamah kan chef handal." Mamaku bercanda.

Aku segera menyelesaikan sarapan, mengambil tas, perlengkapan, dan mulai bergegas memakai sepatu. Semoga hari ini menyenangkan.

"Mah aku berangkat."
"Iya hati-hati ra!" Teriak mamaku dari dapur keasikan mencuci piring.
"Eh bentar ra, salim dulu!"
"Heuh, cepetan sini, udah hampir telat ini."
"Masa harus copot sepatu lagi."

Aku pun cium tangan dan langsung berangkat ke sekolah.

***

Bau asap kenalpot sudah biasa di kota metropolis seperti ini, macet dipagi hari, dan tentu saja kota ini sangat sibuk. Meskipun aku menggunakan kendaraan semacam angkutan umum, tapi tetap saja bau polusinya terasa sampai ke dalam-dalam.

"Wah rara udah SMA ya sekarang?" Sahut hangat seorang penumpang yang ternyata tetanggaku yang hendak pergi ke pasar.
"Iya nih bu Santi, heheh, ibu ke pasar pagi-pagi banget, keren."
"Ah iya ini mah biasa, kamu juga kalo udah jadi ibu rumah tangga pasti ngerasain serunya jalan-jalan di pasar ra." Kami saling menimbal pertanyaan.

Obrolan ini seakan memotong waktu, karena tak terasa aku pun sampai ke tempat tujuan.

"Udah sampe bentar lagi bu aku di depan."
"Oh iya ra, semoga lancar ya sekolahnya."
"Aamiin bu."
"Kiri-kiri!"
"Mang ongkosnya disini." Celetuk bu Santi.
"Ih ngga apa-apa bu."
"Udah sana, nanti telat lagi."
"Hehe makasih ya bu."

Aku pun bergegas lari sambil membawa tentengan perlengkapan mos, sampai terengah-engah. Perasaan takut dimarahi, takut terlambat, dan bayangan-bayangan negatif tiba-tiba muncul di benakku.

Sesampainya di gerbang sekolah, tiba-tiba ada yang teriak kencang. Dan benar saja.

"Lari!"

Aku terkedjoet! wkwkw.

Aku terkejut dan langsung berlari menuju barisan tanpa melihat-lihat.

"Hey kamu yang baru datang!" Sambung kakak-kakak tadi yang meneriakiku.
"Saya kak?"
"Iya kamu! Kenapa telat?"
"Telat 5 menit kak :("
"Berdiri di depan!"

"Kenapa sih harus teriak-teriak, kan hatiku halus.", gumamku dalam hati.

Tak lama kemudian, dari gerbang sekolah terdengar.

grrusuk.., "Pasti dia nabrak gerbang." dalam hatiku berkata.

"Haduh telat." terdengar suara seperti itu, sambil ngos-ngosannya pun terdengar. Mungkin pendengaranku terlalu tajam hahaha.

"Eh ini satu lagi telat, berdiri di samping cewek itu!" Sekali lagi, kakak-kakak itu teriak-teriak. Dan dari nadanya dia sangat kesal.
"Maaf kak, tadi macet."
"Ngga ada alasan, teman-teman kamu yang lain pada bisa datang tepat waktu. Cepat baris!"

"Cieee."

Tiba-tiba anak-anak yang baris di depanku berkata serempak demikian. Dan setelah aku tengok, ternyata dia adalah anak laki-laki.

"Ah sial."

bersambung

4 comments:

  1. Apa nih ceritanya nanggung banget wkwkwk

    kirain tbc mau nyebutin nama penyakit

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah baca yang pertamanya kak :v wkwk

      yaudah gue ganti jadi bersambung

      Delete