13 September 2018

Hidup itu tidak diam

Saat gue sedang asik-asiknya tiduran, terbersit dipikiran gue tentang sebuah pertanyaan, "kenapa gue hidup?"

Pertanyaan yang simple tapi susah buat gue jawab. Kira-kira lu hidup buat apa coeg?

Kalau dalam ajaran agama gue, hidup ini adalah untuk beribadah, berbuat baik, dan selalu menjadi orang yang bermanfaat.

Berhenti sampai situ? Ngga, untuk mencapai itu butuh yang namanya ketulusan hati, hidup artinya menurut gue adalah bagaimana gue ngga diam di tempat.

Sepertinya mainstream kaya di pelajaran buku biologi, but it's a fact, itulah faktanya, kelamaan di zona nyaman juga ngga baik.

... edit soon

Harus berpindah, harus bergerak.

Gue contohin sama photo yang gue ambil ini.

Related sama kehidupan kita.

... edit soon

I mean, untuk mencapai tujuan hidup baik dunia maupun akhirat, gue ngga boleh terlalu lama buat menyia-nyiakan waktu, seperti terbangnya burung, di satu detik gue mengabadikan gambar itu, di detik yang lain, posisi burung tadi udah ngga di tempat yang sama.

Life is movement.

Gerakan.

Tubuh kita ini adalah organisasi yang perlu digerakan, dipimpin, diajarkan, dibina, dan diarahkan. So, let's move!

Dalam hidup ini kita harus memegang teguh prinsip evolusi, perlahan namun pasti akan berubah. Kebalikannya revolusi, cepat. Namun itu tergantung pada kitanya, mau milih yang tergesa-gesa atau santai namun fasti.

Ya, intinya hidup itu ngga diam.

Sampai sini tulisan ini memuaskan? Ngga, karena gue terdiam jadi ngga ada inspirasi untuk menuliskan hal lain, cukup begitu saja. Coba gue berpikirnya lebih lama, 7000 kata selesai malam ini juga.

Contoh kasusnya kaya gitu. Jadi artinya?

5 comments:

  1. Aku juga akhir-akhir ini sering mempertanyakan sebenernya apa tujuan hidupku. Gara-gara itu jadi galau-galau sendiri biasanya. Langsung kepikiran "duh salah langkah ga ya?" "Abis ini enaknya ngapain biar aku bisa itu", trus masuk ke fase membandingkan dengan teman yang lain, merasa i'm nothing. Tapi ga boleh sih seharusnya, kita kan harus selalu bersyukur, bangga sama diri sendiri asal ga sombong. Gitu ga sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kita harus tahu apa sebenarnya tujuan hidup kita, mempertanyakan setiap akan tidur apa yang telah kita lakukan di siang hari, dan seterusnya. Ngga salah kalau kita malah bertanya apa yang salah dengan diri kita di siang hari tadi, malah itu jadi lebih baik menurut gue, I mean kita harus sering-sering introspeksi dan refleksi diri. Soal membandingkan, bagus ketika kita membandingkan seberapa banyak perbuatan baik dan bermanfaat kita dengan orang lain, namun akan menjadi bumerang jika kita hanya membandingkan perihal duniawinya dengan orang lain, iri, dengki, nantinya sakit hati. Yup kita harus selalu bersyukur. :)
      Terima kasih sudah bertandang. Sering-sering ya.

      Delete
  2. gua harap lu bener bener ngelakuin hal ini di dunia nyata. Secara teori memang mudah, menyadari kita harus berubah, beradpatasi dengan perubahan yang mungkin kita gak pernah harepin. Itu semua lama, butuh proses tapi hasilnya manis

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya harapan gue gitu sob wkwk. Tapi ada aja rintangannya, yup bener banget, ngga apa-apalah susah juga yang penting perlahan-lahan mengerjakannya dengan menikmati prosesnya. Thank sob.

      Delete
  3. Pertanyaan yang tepat untuk kita bermuhasabah. Kadang kalau lagi sendiri pertanyaan itu yg membawa alam sadar kita untuk lebih banyak berproduktif positif sebelum sesal itu datang. Krn siapa yg tdk mengenal dirinya maka dia tdk mengenal Tuhannya..
    Semangat ..

    ReplyDelete